Mulai dari Facebook Sampai Apple, Inilah 11 Perusahaan yang Merambah Dunia Virtual Metaverse

Mulai dari Facebook Sampai Apple, Inilah 11 Perusahaan yang Merambah Dunia Virtual Metaverse –Istilah Metaverse semakin populer sejak Facebook berganti nama menjadi Meta pada minggu lalu (29/10). Hal ini membuat banyak orang di seluruh dunia penasaran dengan dunia virtual metaverse.

Kini, setidaknya sudah ada 11 perusahaan yang mulai merambah dunia virtual metaverse, termasuk perusahaan Alibaba dan agensi yang menaungi Blackpink. Baru-baru ini, Softbank sebagai investor Grab telah memasuki bisnis dunia virtual metaverse dengan investasi di Sandbox.

Anak perusahaannya yaitu SoftBank Vision Fund 2, memberi pendanaan sebesar $93 juta di sebuah perusahaan game online di Hong Kong. Sebastien Borget, sebagai salah satu pendiri dan Chief Operating Officer di Sandbox, mengatakan bahwa pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendorong pertumbuhan bisnis di game, arsitektur, dan konser virtual.

Sedikitnya terdapat 11 perusahaan dan institusi yang memasuki dunia virtual metaverse dengan keunggulan virtual reality (VR) dan augmented reality. Pun juga termasuk Pemerintah Korea yang juga melakukan investasi di dunia virtual metaverse.

Nah, apa saja perusahaan yang telah berinvestasi di dunia virtual metaverse. Berikut Ideavone telah merangkumnya dalam artikel ini, jadi pastikan Anda membacanya hingga akhir, ya!

Baca Juga :  Resmi! Facebook Ganti Nama Menjadi Meta - Ini 3 Alasannya

11 Perusahaan yang Merambah Dunia Virtual Metaverse

SoftBank

SoftBank Vision Fund 2 merupakan anak dari perusahaan SoftBank. Mereka telah menyuntikkan modal kepada Sandbox. Startup ini memungkinkan pemain untuk membangun, memiliki, dan memonetisasi pengalaman bermain game virtual di Blockchain Ethereum.

Saham di Sandbox sendiri didominasi oleh Animoca brands, yaitu sebuah pengembang game blockchain. Untuk SoftBank, ini adalah sebuah nvestasi pertama di perusahaan mereka yang mengeluarkan cryptocurrency sendiri.

Facebook

Facebook telah mengubah namanya menjadi Meta minggu lalu (29/10). Salah satu aplikasi Metaverse yang dikembangkan oleh Facebook adalah menikmati sebuah konser melalui dunia virtual metaverse atau 3D concert.

Apple

Apple berencana untuk meluncurkan perangkat augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) di tahun depan. Perangkat ini mirip dengan Oculus Quest, yang dimiliki oleh Meta sebagai induk Facebook yang sudah berubah menjadi perusahaan Metaverse.

Perusahaan teknologi raksasa di AS ini menyematkan berbagai fitur di perangkat AR dan VR. Salah satunya memasang chip yang canggih, layar, sensor, dan fitur yang berbasis avatar.

YG Entertainment

YG Entertainment adalah sebuah agensi asal Korea Selatan yang menaungi grup Blackpink, WINNER, Big Bang, IKON dan AKMU. Pada akhir pekan lalu, YG Entertainment telah bermitra dengan Universitas Kwangwoon untuk mengembangkan sebuah teknologi metahuman dan metaverse.

Baca Juga :  Mengenal Lei Jun, Sosok di Balik Kesuksesan Xiaomi

SM Entertainment

Sama seperti YG Entertainment, SM Entertainment adalah sebuah agensi yang menaungi grup EXO, NCT 127, NCT Dream, SHINee, Super Junior, Red Velvet dan Aespa. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan KAIST dalam penelitian Metaverse pada Juni (23/6).

Sebagai bagian dari Perjanjian , rencana SM Entertainment dan KAIST adalah bekerja sama teknis di bidang konten , kecerdasan buatan (AI), dan implementasi proyek bersama untuk produksi avatar digital robot studi bersama penelitian teknologi budaya (CT).

Samsung

Produsen smartphone yang terkenal asal Korea Selatan ini juga berencana untuk mengembangkan layanan dunia virtual metaverse atau dunia maya. Anak perusahaan Samsung, yaitu Samsung Asset Management telah meluncurkan Samsung Global Metaverse Fund pada akhir Juni.

SK Telecom

Operator seluler SK Telecom Korea Selatan juga meluncurkan seuahMetaverse “ifland” pada bulan Juli. Di mana para enghuni dapat menjadi tuan rumah dan berpartisipasi dalam pertemuan dengan avatar animasi.

Pada pertengahan bulan Mei, SK Telecom menjadi bagian dari “Aliansi Metaverse” yang didirikan oleh pemerintah Korea. Program ini mencakup lebih dari 200 perusahaan dan institusi.

Baca Juga :  Mengenal Facebook Business Suite, Aplikasi Pengelola Bisnis Terbaik Tahun 2021

Pemerintah Korea Selatan

Seorang pejabat Kementerian Sains dan ICT mengatakan bahwa dia berharap pemerintah akan memainkan peran utama dalam industri dunia virtual metaverse. Mereka juga menganggarkan untuk kesepakatan ini, sehingga pemerintah Korsel menghasilkan 604,4 triliun pada tahun 2022.

Pemerintah Korea Selatan telah mengalokasikan 9,3 triliun won untuk mempercepat transformasi digital dan mendorong industri baru seperti Metaverse.

ByteDance

Perusahaan induk ByteDance TikTok berencana untuk mengembangkan sebuah teknologi Metaverse. Perusahaan China juga telah mengakuisisi startup VR Pico Interactive. South China Morning Post (SCMP) melaporkan bahwa akuisisi ByteDance atas Pico Interactive bernilai sekitar 5 miliar yuan atau setara $772 juta (Rp 11 triliun).

Dengan akuisisi ini, Pico Interactive akan berfokus pada pasar konsumen China sambil mempertahankan sebagian besar stafnya.

Alibaba

Di China, perusahaan e-commerce raksasa ini telah mengajukan beberapa aplikasi terkait Metaverse sebagai pendaftaran merek dagang. Menurut Qichacha, sebuah platform pelacakan pendaftaran bisnis, ada beberapa perusahaan yang didaftarkan seperti Ali Metaverse, Taobao Metaverse, dan Ding Ding Metaverse.

Tencent

Sebuah perusahaan game aksasa di Cina juga telah mengajukan pendaftaran hampir 100 merek dagang terkait Metaverse, antara lain QQ Metaverse, QQ Music Metaverse, dan Kings Metaverse.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *