Semakin Banyak Beredar, Inilah 5 Cara Mengatasi Hoax di Internet

Semakin Beredar, Inilah 5 Cara Mengatasi Hoax di Internet – Istilah hoax atau berita palsu kini semakin banyak digunakan di dunia maya. Hoax bisa berkembang dengan cepat karena mudahnya menyebarkan pesan melalui media sosial.

Dalam hitungan menit, hoax bisa dikatakan telah dibagikan ratusan kali di kalangan pengguna media sosial dan yang disebut sebagai netizen. Akibatnya, mereka yang tidak belajar cara membedakan kebenaran menjadi mudah marah dan jika dibiarkan maka bisa memberontak.

Sebagai netizen yang cerdas, Anda tidak boleh hanya menelan berita yang tidak benar. Agar tidak mudah terpengaruh, berikut 5 cara mengatasi hoax di internet. Simak artikel ini hingga akhir, ya!

5 Cara Mengatasi Hoax di Internet

1. Waspadalah Terhadap Headline Berita yang Provokatif

Hoax biasanya mempunyai ciri headline yang sensasional dan provokatif. Sebagai contoh biasanya menunjuk langsung ke pihak tertentu.

Isi berita juga dapat diambil dari berita resmi pers, tetapi beberapa informasi telah diubah sesuai dengan keinginan penulis hoax tersebut. Jadi, sebelum melihat headline berita dan mencerna informasinya, sebaiknya cari dulu berita yang serupa di media resmi.

Kemudian, Anda bisa membandingkan isinya untuk hal yang sama atau sebaliknya. Jika jawabannya sebaliknya, bisa dibilang itu adalah berita bohong atau hoax.

Baca Juga :  Pengertian Akun Instagram Profesional dan Bedanya dengan Akun Instagram Biasa

2. Cek Fakta Untuk Memerangi Berita Bohong

Cara mengatasi hoax yang selanjutnya adalah Anda perlu memeriksa fakta dalam berita yang menyebar tersebut. Periksalah sumbernya apakah itu resmi atau tidak.

Jika informasi itu datang dari ormas, pengamat, atau politisi, maka jangan terburu-buru untuk mempercayainya. Perhatikan juga keseimbangan sumber berita saat mencari sumber lain, sehingga Anda dapat membandingkan gambaran lengkap dan kredibilitas informasi tersebut.

Kemudian lihatlah jenis berita yang Anda baca berdasarkan fakta atau opini. Fakta adalah bukti dan apa yang terjadi sebenarnya. Sedangkan opini adalah opini dari si penulis berita, sehingga bisa bersifat subjektif.

3. Lakukan Penyelidikan Keaslian Foto

Konten berita tidak hanya mendukung teks saja, tetapi juga foto dan video. Namun, berkat kemajuan teknologi digital, kini Anda dapat mengedit foto dan video untuk memengaruhi pembaca Anda.

Cara mengatasi hoax yang ketiga adalah Anda harus menggunakan mesin pencari Google untuk menyelidiki keaslian media. Caranya adalah dengan menyeretnya ke dalam kotak pencarian gambar Google. Anda kemudian bisa mendapatkan hasil pencarian dengan gambar serupa di internet untuk perbandingan.

4. Pencarian Alamat Situs Web

Beberapa artikel berita berani mencantumkan alamat atau tautan situs web agar terlihat nyata. Namun, jangan langsung percaya. Cara mengatasi hoax berikutnya adalah Anda tetap perlu untuk memverifikasi alamat situs yang Anda baca.

Situs yang menggunakan domain blog biasanya tidak diketahui tentang kebenarannya. Menurut laporan dari Komisi Pers, ada sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita, tetapi hanya 300 yang telah diidentifikasi sebagai situs berita resmi.

Itu artinya, ada puluhan ribu situs di internet yang bisa menyebarkan berita bohong yang perlu Anda waspadai.

Baca Juga :  4 Fitur Tersembunyi Telegram yang Wajib Anda Ketahui!

5. Bergabung dengan grup Anti Hoax

Untuk mengikuti cara mengatasi hoax yang berikutnya, Anda dapat bergabung dengan grup Anti Hoax, yang sekarang banyak digunakan di internet. Sebagai contoh, Facebook memiliki beberapa fanpage dan grup diskusi anti-fraud seperti Forum Anti Fitnah.

Di grup ini, Anda dapat membaca komentar yang diberikan oleh orang lain atau menanyakan apakah informasi yang Anda baca adalah hoax atau tidak.

Bagaimana Cara Melaporkan Hoax

Jika Anda menemukan hoax, terutama berita yang telah mencapai tingkat yang berbahaya, Anda dapat melaporkannya ke jejaring sosial tempat penyebarannya. Secara umum, semua jejaring sosial sudah memiliki kemampuan pelaporan untuk konten atau komentar yang diketahui melanggar.

Sama seperti Facebook, ia memiliki fitur status laporan dan memungkinkan Anda memilih kategori jenis pelanggaran. Jika banyak keluhan dari pengguna, Facebook akan menghapus status tersebut. Mesin pencari Google juga memiliki fitur umpan balik yang memungkinkan Anda melaporkan situs Anda dalam hasil pencarian jika berisi informasi yang salah.

Kemudian Twitter juga memiliki fitur pelaporan tweet yang melaporkan tweet negatif. Demikian pula, Instagram juga memiliki fitur untuk melaporkan spam atau konten yang tidak pantas.

Selain memposting langsung di media sosial, Anda juga dapat mengajukan keluhan tentang konten negatif ke Kementrian Komunikasi dan Informatika. Caranya adalah dengan mengirim email ke aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Nah, itulah beberapa cara mengatasi hoax yang bisa Anda coba. Netizen harus lebih cerdas dan selektif dalam menganalisis konten berita, agar tidak menimbulkan perpecahan nantinya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *