Resmi! OJK Cabut Izin Usaha OVO, Apa Alasannya?

Resmi! OJK Cabut Izin Usaha OVO, Apa Alasannya? – Perkembangan dunia digital memang telah merambah sampai ke sektor ekonomi. Dengan kata lain,  uang elektronik atau electronic money hadir di kehidupan kita. Uang elektronik adalah metode pembayaran yang menggunakan media elektronik seperti jaringan elektronik dan internet.

Nilai uang pada pelanggan akan disimpan di media elektronik tertentu. Perbedaan antara uang elektronik dan uang fisik akan sangat terlihat, tetapi tidak ada perbedaan antara nilai tukar uang elektronik dan uang fisik. Hal yang membedakan antara e-money dari uang tradisional adalah fleksibilitas dan aksesibilitas-nya.

E-money bersifat tidak terbatas. Di masa lalu, pembayaran tanpa uang tunai dimungkinkan menggunakan sistem kartu yang diterapkan oleh bank dan penjual (seperti kartu keanggotaan toko yang dapat diisi ulang). Namun, salah satunya terlihat dalam transaksi pembayaran, tingkat penetrasinya sangat rendah, misalnya penggunaan kartu kredit yang masih minim.

Kemudian pembayaran elektronik pun menawarkan cara baru. Ketergantungan masyarakat pada ponsel dan kemampuan menggunakannya merupakan peluang khusus untuk menangani permasalahan ini di Indonesia.

Baca Juga :  3 Cara Membuat Akun Google Drive Unlimited Gratis

Pengertian Aplikasi OVO

Aplikasi e-money OVO adalah salah satu yang sedang populer saat ini. OVO adalah aplikasi cerdas yang menyediakan layanan pembayaran dan transaksi online (OVO Cash). Anda juga memiliki pilihan untuk mengumpulkan poin untuk semua transaksi pembayaran melalui OVO.

Secara umum, OVO Cash dapat digunakan untuk berbagai jenis pembayaran yang berafiliasi dengan OVO untuk kecepatan pembayaran yang lebih cepat. OVO Points adalah sebuah fitur hadiah atas kesetiaan kepada siapa saja yang berbisnis dengan OVO Cash dengan mitra OVO.

Untuk poin OVO sendiri dapat ditukarkan dengan berbagai penawaran menarik yang dapat ditukarkan di dealer mitra OVO. Hal ini menawarkan transaksi sederhana tanpa perlu pelanggan membawa uang tunai dalam jumlah yang besar. Salah satunya cukup menampilkan aplikasi OVO dengan saldo tunai atau poin.

Fitur-fitur OVO

Hadirnya fitur-fitur yang menarik dapat membuat aplikasi ini semakin diminati banyak orang. Fitur OVO mampu memberikan pengalaman berbeda saat melakukan pembayaran yang biasanya dilakukan dengan uang. Salah satu fitur yang menarik adalah poin OVO.

Oleh karena itu, ketika Anda melakukan pembayaran menggunakan saldo OVO Anda, Anda dapat menerima poin dari OVO dan mengubahnya menjadi kredit.

Baca Juga :  11 Situs Untuk Desain Logo Gratis Perusahaan Anda

OJK Cabut Izin Usaha OVO, Mengapa?

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK cabut izin usaha OVO, mengapa? Public Relations Director OVO, Harumi Supit, mengatakanbahwa PT OVO Finance Indonesia atau OFI merupakan perusahaan multifinance milik Lippo Group.

“Perusahaan ini (PT OVO Finance Indonesia) sama sekali tidak terafiliasi dan tidak pernah tergabung dalam kelompok uang elektronik OVO (PT Visionet Internasional) yang telah resmi disetujui oleh Bank Indonesia,” ujarnya di Jakarta.

Pernyataannya pada hari Rabu, 10 November 2021, Harumi juga mengatakan OFI juga menggunakan nama OVO sejak awal. OJK cabut izin usaha OVO tidak ada kaitannya dengan cabang kelompok usaha e-commerce OVO mana pun, kata Harumi.

“Semua operasional dan layanan OVO e-money dan perusahaan OVO Group berjalan normal dan tidak ada masalah sama sekali,” ujarnya sebelum OJK cabut izin usaha OVO Finance. Pencabutan izin tersebut berdasarkan keputusan Komite Otoritas Jasa Keuangan No. KEP 110/D.05/2021 tanggal 19 Oktober 2021.

Situs OJK pada Selasa, 9 November 2021 menyatakan pencabutan lisensi untuk PT OVO Finance Indonesia mulai berlaku pada tanggal yang ditentukan oleh undang-undang dari OJK. Keputusan ini menetapkan bahwa perusahaan ini tidak lagi memiliki izin OJK.

Selain itu, OVO juga memiliki kewajiban untuk mengatur sejumlah hak dan kewajibannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Isi dari hak dan kewajiban tersebut adalah sebagai berikut :

1. Melakukan penyelesaian hak dan kewajiban debitur, kreditur, dan/atau pemodal terkait

2. Memberikan informasi yang jelas kepada debitur, kreditur, dan/atau penyandang dana yang berminat tentang mekanisme penyelesaian hak dan kewajiban

3. Menyediakan pusat informasi internal dan fasilitas pengaduan pelanggan.

Selain itu, sesuai dengan ketentuan Pasal 112 Peraturan OJK. OVO juga dilarang untuk menggunakan kata-kata “keuangan” dan “pembiayaan” yang mencirikan kegiatan keuangan, atau kelembagaan Islam atas nama perusahaan setelah OJK cabut izin usaha OVO.

Bagaimana pendapatmu setelah mengetahui alasan OJK cabut izin usaha OVO secara resmi?

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *